
Bandar Lampung, MTsN 1 (Humas) – Suasana Aula MTsN 1 Bandar Lampung pada Rabu, 6 Agustus 2025, terasa berbeda. Ratusan guru antusias mengikuti sosialisasi dan workshop pembelajaran mendalam berbasis Kurikulum Cinta yang menghadirkan Yenny Diahastaty, Pengawas Madrasah, sebagai pemateri utama. Materi yang disampaikan bukan sekadar teori, tetapi sebuah ajakan untuk mengubah cara pandang pendidikan menjadi lebih bermakna dan menyentuh hati.
Dalam pemaparannya, Yenny Diahastaty menegaskan bahwa Kurikulum Cinta bukan hanya tentang angka-angka di rapor atau capaian kognitif semata. “Pembelajaran seharusnya mampu menguatkan karakter, menumbuhkan empati, dan menghadirkan kasih sayang di setiap interaksi guru dan murid,” ujarnya dengan penuh semangat. Menurutnya, guru bukan hanya pengajar, tetapi juga teladan yang mampu menebarkan kebaikan melalui tutur kata, sikap, dan nilai-nilai moral yang mereka tanamkan.
Yenny juga menggambarkan bagaimana Kurikulum Cinta mampu menciptakan ruang kelas yang nyaman, inklusif, dan menyenangkan—sebuah tempat di mana siswa belajar dengan hati, bukan karena paksaan. “Ketika hubungan guru dan siswa dibangun dengan rasa saling menghargai, semangat belajar akan tumbuh dari dalam diri mereka,” tambahnya.
Kegiatan ini menjadi langkah nyata MTsN 1 Bandar Lampung dalam menghadirkan wajah baru pendidikan yang lebih humanis dan berjiwa kasih sayang. Dengan dukungan para guru, Kurikulum Cinta diyakini mampu melahirkan generasi berilmu, berkarakter, dan siap membawa kebaikan ke manapun mereka melangkah.
Workshop ini bukan sekadar sosialisasi, tetapi sebuah gerakan yang menginspirasi, mengingatkan bahwa pendidikan sejatinya bukan hanya soal pelajaran, tetapi juga tentang cinta yang mengubah hati dan masa depan siswa. (Abu/Abd)